20 Oktober 2010

Cara Menjadi Pemimpin yang Baik dan Bijaksana

. 20 Oktober 2010

Cara Menjadi Pemimpin yang Baik dan Bijaksana

 

Seorang pemimpin yang sukses adalah yang mau mengerti tentang keadaan anak buahnya. Konsepnya adalah bagaimana caranya agar anak buah kita dapat bekerja dengan nyaman, sadar akan pekerjaannya tanpa merasa tertekan.

Keteladanan seorang pemimpin harus diterapkan. Misalnya menyuruh anak buah masuk jam delapan, maka sebelum jam yang ditetapkan seorang pemimpin yang baik sudah datang terlebih dahulu. Kalau pada saat ini sedang digalakkkan anti KKN, maka dalam prakteknya semua harus transparan dan yang perlu dilakukan jangan sekali-kali menggunakan uang kantor sesenpun untuk keperluan yang bersifat pribadi. Karena akibat dari perbuatan ini akan fatal. Yang paling utama, seorang pemimpin harus mau turun kelapangan secara langsung, bertegur sapa dengan anak buah, tidak hanya mendengarkan laporan dari bawahan. Kesejahteraan pegawai harus mendapat perhatian serius, jangan sampai semangat dari pegawai yang sudah demikian besar dan loyal, akan sirna dengan imbalan yang tidak sepadan.
Perlu diingat, bahwa keputusan seorang pemimpin adalah sendiri. Ia dapat mendengarkan berbagai pertimbangan dari banyak orang tetapi pada akhir keputusan hanya dia sendiri yang akan melakukannya. Untuk itu, diperlukan ketelitian, jiwa yang tenang dan bijaksana. Sehingga apa-apa yang sudah menjadi keputusannya tidak menimbulkan masalah.
Menegor kesalahan bawahan jangan dilakukan pada tempat terbuka. Carilah tempat tertutup, usahakan berlaku bijaksana, sehingga bawahan yang mendapat teguran akan menyadari kesalahannya dan tidak timbul rasa dendam.
Dalam sebuah perusahaan peranan seorang manajer sangat penting. Bila manajernya berjalan tidak sesuai aturan, maka bawahannya akan berjalan serupa. Bahkan dapat melebihi dalam tindakan yang kurang baik. Bila ada rejeki, sisihkan sedikit untuk dikumpulkan, dan hasilnya dibagikan kepada karyawan. Dengan cara seperti ini karyawan merasa diperhatikan dan nilai serta semangat kerja mereka akan meningkat.
Ternyata rasa kebahagiaan itu ada pada diri kita, pada saat kita melihat bawahan kita merasa bahagia. Source:http://www.kadin-indonesia.or.id

0 komentar:

Poskan Komentar

Saran Kritik Anda Sangat Di Harapkan